Berdasarkan penelitian, anak usia 6 tahun bisa konsentrasi terhadap sesuatu sampai sekitar 15-20 menit saja. Bahkan lebih banyak anak yang konsentrasinya lebih pendek dari waktu tersebut. Untuk itu orang tua perlu tahu cara melatih konsentrasi anak 6 tahun agar dapat fokus pada sesuatu sesuai kemampuan maksimalnya.

Apa yang bisa dilakukan oleh orang tua agar anaknya dapat menyelesaikan tantangan dan masalah hidupnya dengan baik di masa depan?

Setelah dewasa, anak cenderung tinggal terpisah dari orang tua dan harus menghadapi masalahnya sendiri. Tidak semua hal dibaginya dengan orang terdekat, sekalipun itu adalah bapak atau ibunya. Masalahnya adalah ketika anak yang sudah beranjak dewasa ini tidak memiliki ketrampilan fokus atau konsentrasi yang baik.

Setiap masalah membutuhkan fokus untuk menyelesaikannya. Hampir tidak ada masalah yang jika didiamkan akan selesai dengan sendirinya dan tidak menimbulkan masalah lain.

Ketrampilan Konsentrasi Penting Untuk Masa Depan

Seberapa penting cara melatih konsentrasi anak 6 tahun diterapkan oleh orang tua di rumah atau guru di sekolah? Dalam jangka waktu pendek, dampak latihan konsentrasi mungkin belum menunjukkan hasil apapun. Berbeda setelah beberapa tahun, hingga anak tumbuh remaja dan dewasa, hal ini akan mendukung prestasinya.

Baca juga : Mendidik Anak Sesuai Fitrah

Bagi guru, jauh lebih mudah mengajari anak yang memiliki konsentrasi baik pada setiap mata pelajaran. Di bidang yang tidak diminati pun anak bisa menyesuaikan diri agar hasil belajarnya tidak terlalu buruk. Selain itu, anak dengan fokus yang baik akan mampu mengelola emosi dan memecahkan masalah secara logis.

Kegiatan Anak Untuk Latihan Konsentrasi

Ada beberapa cara melatih konsentrasi anak 6 tahun yang bisa diterapkan dengan mudah oleh orang tua atau guru saat mengajar anak atau berkegiatan bersama. Teknik latihan berikut cukup sederhana dan tidak perlu menghabiskan biaya, diantaranya adalah:

1. Menguji Ingatan

Kegiatan kunjungan ke suatu tempat, bertemu orang-orang baru, atau menemui hal baru adalah pengalaman yang perlu direkam dengan baik oleh anak. Orang tua dapat bertanya apa saja yang dialaminya, siapa nama orang yang sudah ditemui, atau perasaan dan kesan terhadap pengalaman baru tersebut.

2. Menyelesaikan Permainan

Cara melatih konsentrasi anak 6 tahun yang kedua adalah menyelesaikan permainan dengan peraturan yang harus ditaati semua pihak. Misal dalam permainan ular tangga, harus selesai sampai ada pemain yang berhasil mencapai ujung perjalanan paling cepat.

3. Nutrisi dan Istirahat Cukup

Seperti halnya orang dewasa yang sulit konsentrasi ketika lelah atau mengantuk. Begitu juga anak, perlu dibiasakan tidur teratur dan cukup sesuai kebutuhannya agar setelah bangun dapat merasa segar dan mudah diajak belajar. Berikan makanan dengan gizi cukup agar tubuh anak dapat tumbuh dengan normal.

4. Tugas Atau Misi Menantang

Sesekali, latihan konsentrasi melalui tantangan akan terasa jauh lebih menarik dibandingkan belajar pada buku di kelas. Ajak anak bermain di alam, menyelesaikan misi atau tugas tertentu bersama orang lain saat liburan. Kegiatan ini tidak hanya bisa melatih konsentrasi, tapi juga memberi pengalaman menyenangkan.

5. Penghargaan

Ketika anak berhasil menyelesaikan tantangan, misi, atau tugas dengan baik, sepatutnya orang tua dan guru memberi apresiasi berupa sesuatu yang bermanfaat. Hadiah atau penghargaan bisa berupa sesuatu yang membuat anak merasa perjuangannya tidak sia-sia dan mendorongnya untuk belajar lebih banyak.

Beberapa cara melatih konsentrasi anak 6 tahun di atas dapat dipraktikkan dengan atau tanpa kurikulum khusus. Selama anak merasa nyaman dengan proses belajar yang dilakukan, maka orang tua dan guru bisa menyelipkan trik khusus di atas agar anak lebih fokus mengahdapi sesuatu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here